Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2011

Jangan Takut untuk Menikah...


[Image: 327x245-normal_Kamar_Pengantin.jpg]

KOMPAS.com - "Kalau perencanaan pernikahan saja sudah bikin kita pusing tujuh keliling, lalu kemudian kita nikah, Alhamdulilah, kita akan berantem terus dengan pasangan," ucap Dr. Rose Mini, AP. MPsi di acara MKE Five Star Wedding Exhibition East Meets West Part 2, yang dilangsungkan beberapa waktu lalu di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Ungkap dari Mbak Romy, begitu ia akrab disapa ini terlontar ketika ia membawakan talkshow bertajuk Persiapan Mental dan Psikologis Menjelang Pernikahan. Dalam acara tersebut, Mbak Romy mengungkapkan 3 poin yang harus dipersiapkan oleh pasangan yang bermaksud untuk mengucap ikrar untuk hidup bersama.

Satu hal yang ditekankan oleh Mbak Romy di awal talkshow, yakni, ketika dua insan bermaksud memasuki gerbang pernikahan, mereka harus tahu dan paham, bahwa manusia itu berubah. Menurutnya, pernikahan itu ibarat sebuah paket. Dalam paket tersebut, terdapat dua manusia. Kedua manusia ini bisa berubah, karenanya di dalam pernikahan akan selalu ada hal baru yang harus dikejar. Karenanya, sebelum memasuki jenjang pernikahan, masing-masing pasangan harus mengetahui pola perubahan masing-masing,

"Kalau yang satu berubahnya cepat, sementara yang satu mandek, bisa akan ada masalah. Namun, ketika keduanya sudah saling sadar, harus mau saling bantu. Yang berubahnya cepat itu, harus mengajak pasangannya untuk belajar dan mencoba mengerti. Jangan lupa untuk mengikuti perkembangan masing-masing," terang Mbak Romy. Hal ini menjadi penting, karena ketika terjadi jeda dan masing-masing berkembang dengan keadaan yang berbeda, tak heran akan ada perbedaan persepsi dan pola pikir. Misal, si suami bekerja di dunia yang membuatnya harus bertemu banyak orang, ia akan berkembang dan pola pikirnya pun sedikit-sedikit berubah. Sementara, jika si istri tidak mau berusaha untuk keep up dengan perkembangan suami, maka akan sulit untuk bisa mengimbangi, apalagi jika si suami pun tidak mengajak si istri untuk belajar.

Selain mengenai perubahan, Mbak Romy juga mengatakan, bahwa pasangan yang ingin naik ke pelaminan, harus menyadari, bahwa setelah hari pernikahan, maka gaya hidup pun berubah. Yang tadinya terbiasa sendiri, kini segalanya harus dibagi dengan orang lain. Mau saling berbagi adalah satu poin tersendiri. Kebiasaan yang tiba-tiba berubah biasanya bisa menjadi batu sandungan untuk sebagian orang. Mbak Romy mengatakan, bahwa keharusan untuk berbagi ini seringkali menjadi penyebab perpecahan rumah tangga.

Ketika ditanya mengapa saat ini banyak terjadi perpecahan dalam pernikahan, Mbak Romy mempertanyakan kembali, "Menurut Anda, mengapa di zaman dulu, pernikahan sangat jarang terjadi? Karena di zaman dulu orang tidak ada yang berpikir mengenai perceraian. Yang ada, bagaimana supaya pernikahannya bisa terus berjalan dan memperbaikinya." Ketika kita berbentrokan dengan masalah keluarga, yang terpenting adalah menurunkan ego masing-masing, kalau belum bisa ditemukan jalan tengahnya, carilah penengah yang bisa memberikan opini obyektif. Begitu pula, biasanya terjadi pertengkaran saat perencanaan pernikahan, terjadi beda pendapat, karenanya penggunaan jasa perencana pernikahan bisa membantu menengahi.

Mengenai persiapan mental dan psikologis menjelang pernikahan, Mbak Romy meramu 3 poin penting yang perlu diketahui pasangan sebelum menginjakkan kaki ke pelaminan dan menukar cincin tanda janji, yakni:
1. Jangan takut akan pernikahan. Sebaiknya sebelum melangkah ke pernikahan, kenali sisi baik dan buruk masing-masing. Karena setelah memasuki pernikahan, akan makin terlihat sifat-sifat yang tadinya tertutup. Jujur akan segala hal dengan pasangan jika ingin pernikahan berhasil.

2. Siapkan diri. Tanya dengan diri sendiri, sudah siapkah untuk berbagi segala hal dengan si pasangan? Siapkah untuk maju bersama? Karena untuk bisa maju bersama, butuh upaya dan kerja keras, karena si pasangan tidak memiliki pola pikir yang sama dengan kita, perlu kesabaran dan tenaga ekstra untuk mau menyamakan visi.

3. Jangan takut perubahan. Perilaku seseorang bisa diubah. Perilaku bukanlah gen yang tak bisa diubah. Jadi, ketika Anda harus berubah untuk bisa keep up dengan pasangan yang berubah, begitu juga si dia.

Tak ketinggalan pula untuk bisa menjaga ucapan. Karena apa yang terucap adalah doa. Ketika kita berpikir atau terucap kata pisah, maka yang ada dalam pikiran kita adalah hal itu sebagai titik akhir. Bagaimana menurut Anda, setuju dengan pendapat ini?


sumber

3 Konsep Penting Pahami Isi Hati Pasangan

[Image: kwNxKVIG2S.jpg]


BANYAK pria mengeluh ketika suasana hati pasangannya spontan berubah. Memang benar bahwa suasana hati seorang wanita dapat berubah dengan cepat. Perubahan emosional yang cepat ini tentunya membuat Anda merasa pusing dan bingung. Kabar baiknya, Anda bisa belajar untuk merespons dengan tepat dan positif pada saat pasangan sedang marah. Perasaan seorang wanita bisa dikatakan kerap naik dan turun layaknya seperti gelombang. Ketika gelombang tersebut berada di puncak, maka pasangan akan merasa seolah-olah dia memiliki banyak cinta untuk diberikan. Tetapi ketika ia berada di bawah, pasangan pun merasa hatinya begitu kosong dan perlu diisi dengan cinta.

Pada situasi demikian, banyak wanita merasa putus asa, bingung, gelisah, marah, curiga, khawatir bahkan tak banyak yang berpikir, dia sedang sendirian atau tidak didukung. Dan saat-saat inilah Anda harus tetap bersamanya. Pasalnya selama ia merasa ”jatuh”, ia memerlukan seseorang yang bisa menjadi teman berbicara mengenai masalahnya dan di dengar, serta dipahami. Mengerti dengan baik, adalah kunci yang harus Anda pegang.

Kali ini Askmen membeberkan tiga konsep penting memahami isi hati pasangan, antara lain:


Cinta dan dukungan dari Anda tidak bisa secara langsung menyelesaikan masalah pasangan


Dengan cinta yang Anda punya, Anda dapat membuatnya merasa lebih aman dan nyaman meskipun ia tengah memasuki bagian tersulit dalam hidupnya. Mungkin masalah berbeda bisa datang kapan saja, namun pasangan akan merasa lebih baik dan Anda pun juga merasa lebih baik dengan dukungan penuh dari Anda.


Biarkan pasangan belajar dari pengalamannya

Pengalaman mengajarkan banyak hal, ini bisa menjadi bagian terpenting dalam hidupnya. Kali ini biarkan pasangan belajar dari pengalamannya, dan peranan Anda di sampingnya bisa memberikannya semangat. Jika seorang wanita tidak sepenuhnya didukung pada saat seperti ini, dia tidak akan dapat merasakan benar-benar bahagia. Proses ini bisa membuatnya menjadi lebih bahagia dalam hubungan karena dukungan Anda.


Wanita memiliki kemampuan untuk bangkit setelah ia menghadapi masalah

Dalam hal ini pasangan tidak merasa patah semangat melainkan ia hanya membutuhkan cinta Anda, kesabaran dan pengertian sepenuhnya dari Anda. Berikan apa yang dibutuhkannya pada saat itu, maka Anda akan melihat pasangan begitu hebat bisa bangkit dari masalahnya.



sumber: okezone.com

Jangan Lihat Siapa yang Bicara Tapi Lihatlah Apa yang Dibicarakan

[Image: muslimah-fikir.jpg&h=235&amp...p;amp;zc=1]


"Jangan melihat siapa yang bicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan" (Ali bin Abi Thalib)

Ada seorang muslimah curhat bahwa dia dilarang memakai jilbab oleh orang tuanya. Maksud jilbab di sini adalah pakaian longgar terusan hingga menutup kaki tanpa potongan di tengah yang menutupi pakaian dalam. Dia hanya diperbolehkan memakai kerudung saja yang dalam hal ini seringkali salah kaprah disebut sebagai jilbab. Muslimah ini sedih karena ia sudah tahu beda jilbab dan kerudung. Kedua-duanya wajib dikenakan apabila seorang muslimah keluar dari rumah.

Orang tua muslimah ini selalu beralasan bahwa dilarangnya ia memakai jilbab karena pakaian ini identik dengan pakaian para istri teroris. Dan yang utama, karena para ibu nyai di kampung atau pondok pesantren tidak ada yang memakai pakaian seperti itu. Jadi pakai yang umum-umum saja, begitu si orang tua beralasan. Ketika si muslimah sebagai anak berusaha menjelaskan, orang tua merasa didurhakai karena si anak berani membantah perkataannya. Lagipula, biasanya selalu ada imbuhan ‘kamu kan masih kecil, masih bau kencur. Tahu apa?’

Sobat muda, banyak banget fenomena seperti itu di sekitar kita. Seolah-olah karena mudanya usia, ucapan seseorang dianggap tak penting. Ucapan orang yang lebih tua apalagi bila dia berstatus kyai, nyai, atau orang yang dianggap penting lainnya jauh lebih benar dan pantas diikuti. Padahal yang namanya manusia, pastilah tak luput dari salah dan dosa meskipun sekaliber kyai atau nyai.

Penulis sering kali bertemu dengan teman-teman yang suka mengambil jalan pintas ketika berdiskusi. “Pak Kyai dan Bu Nyai saya dulu bilangnya begitu. Saya kan tinggal ngikut saja.” Padahal, betapa Allah memberi kita kelebihan akal untuk bisa dimaksimalkan agar tidak sekadar mengekor kepada orang lain. Karena nanti di Yaumul Hisab, semua orang akan membawa amalnya sendiri-sendiri meskipun mereka saling tuding menimpakan kesalahan pada orang lain.

…Tidak pada tempatnya lagi kita beramal tanpa ilmu. Jangan melihat siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan…

Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib bahwa jangan melihat siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan. Karena bukan tidak mungkin hikmah atau kebaikan itu berasal dari lisan seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Bukan tidak mungkin seorang yang masih muda usia bisa mengeluarkan kata-kata bijak dibandingkan dengan seorang yang sudah lebih tua secara umur. Karena sungguh, kebijakan seseorang itu bukan diukur dari segi usia semata tapi lebih kepada kematangan pemahanan dia memaknai kehidupan.

Tidak pada tempatnya lagi kita beramal tanpa ilmu. Tidak saatnya lagi kita berargumen katanya si A, si B, si C. Tidak saatnya lagi kita menutup mata bahwa ada kebenaran di luar sana yang mungkin saja lebih benar daripada apa yang kita yakini selama ini. Asal dasar dari semua alasan yang ada jelas, bukan sekadar mengikut kyai atau nyai tertentu. Dan bila kasus di atas terjadi pada dirimu, maka cobalah memahamkan ortu dengan baik dan sabar. Karena bagaimana pun kamu tidak boleh kasar terhadap mereka.

Hal itu bisa menjadi pembelajaran bagi kamu bahwa jangan sampai ke depannya meremehkan masukan dari siapa pun, bahkan bila orang itu secara usia lebih muda. Karena sesungguhnya setiap diri akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang diusahakannya. So, mulai sekarang jangan suka meremehkan kebenaran tak peduli dari lisan siapa kata-kata itu tersampaikan


sumber:http://www.voa-islam.com

Makna di Balik Perkataan Pria

[Image: 71199_pasangan_kencan_300_225.jpg]

Bukan rahasia lagi bahwa pria tidak pintar menyuarakan isi hati, saat berusaha mendekati wanita incarannya. Mereka cenderung menutupi isi kepalanya untuk mempertahankan gengsi atau takut ditolak. Ada beberapa pernyataan yang sering diungkapkan saat pria melakukan pendekatan dan memiliki arti sendiri.

1. "Kapan-kapan sepertinya kita bisa jalan bareng"
Artinya: "Aku takut kalau kamu menolak ajakanku"

2. "Nanti aku telepon ya"
Artinya: "Aku mungkin tidak akan menelpon dalam waktu dekat. Mungkin aku telepon tiga bulan dari sekarang"

3. "Mantan pacarku agak gila"
Artinya: "Aku mengecewakannya, hingga dia sangat sedih"

4. "Pria-pria tersebut tampaknya bersabat dekat sama kamu"
Artinya: "Apakah kamu berhubungan dekat dengan salah satu dari mereka"

5. "Ceritanya panjang. Kamu akan bosan"
Artinya: "Cerita ini akan membuat aku terlihat buruk di mata kamu"

6. "Wah, penampilan baru, nih"
Artinya: "Kamu terlihat aneh"

7. "Kenapa kamu sangat emosional?"
Artinya: "Kenapa sikap kamu seperti orang psikopat?"

8. "Maksudku bukan seperti itu"
Artinya: "Itulah maksud aku sebenarnya. Tetapi kamu sangat marah. Aku berharap bisa menarik kata-kataku"

9. "Tidak masalah"
Artinya: "Itu masalah besar dan aku tidak mood untuk mendiskusikannya"

10. "Bisa kita bicarakan ini nanti?"
Artinya: "Aku tidak ingin membicarakannya lagi"

Minggu, 20 Maret 2011

Cemburu karena Masa Lalu Pacar

[Image: 232040p.jpg]

Saya pria, 26 tahun, belum menikah, wirausaha, memiliki seorang pacar yang keempat. Saya tidak memiliki penyakit tertentu, semuanya normal saja. Yang menjadi masalah, dan ini sangat menyiksa jiwa dan batin, adalah saya tidak bisa melupakan atau merelakan masa lalu pacar-pacar saya.

Saya selalu cemburu dan jengkel, hati panas, apabila mendengar apa yang telah mereka lakukan dengan pacar mereka terdahulu. Saya selalu berusaha untuk mengorek masa lalu mereka, apa saja yang telah mereka lakukan, sampai sejauh mana, berciuman seperti apa, dan seberapa sering mereka melakukan itu.

Setelah saya berhasil menggali pengakuan dari mereka, kemudian saya sendiri yang sakit hati dan menderita. Bayangan dan visualisasi pacar saya dan mantan mereka sering muncul di kepala. Begitu jelas dan hidup. Gejala ini mulai tampak pada pacaran yang kedua, sekitar lima tahun lalu, dan setelah itu berulang pada pacaran berikutnya.

Bila pikiran-pikiran negatif ini datang, terkadang tiba-tiba, biasanya suasana hati saya berubah drastis, cemburu berat, dan mulai memarahi pacar, mengeluarkan kata-kata kasar, mengungkit-ungkit masa lalu mereka, menghina dan merendahkan. Saya sadar masa lalu adalah masa lalu, dan tidak boleh diangkat-angkat lagi, tetapi kadang saya tidak bisa menahan emosi. Saya selalu menganggap mereka bodoh dan ujung-ujungnya jadi putus.

Kecemburuan itu bisa meledak meskipun cuma membayangkan pacar saya berpegangan tangan dengan mantannya. Saya berhasil mengorek semua informasi itu sampai sedetail-detailnya, terkadang pacar-pacar saya sampai menangis dan terpaksa bicara.

Sekadar info, saya mungkin seorang perfeksionis, apabila barang-barang saya, entah itu ponsel atau jam tangan, lecet meskipun tidak kelihatan, maka saya akan langsung membeli yang baru, yang lama kemudian saya jual dan ini telah berkali-kali terjadi sejak remaja. Dalam bekerja, saya sangat disiplin dan tanpa kompromi dalam membuat aturan, pelanggaran kecil pun sudah bisa membuat saya marah besar.

Bagi saya, peraturan yang telah dibuat demi kebaikan adalah mutlak. Saya adalah orang yang sangat rapi dan teratur, barang-barang di kamar saya selalu tertata dan saya tidak suka apabila letaknya diubah-ubah. Makanya saya selalu marah apabila ada orang masuk ke kamar tanpa izin dan memindahkan barang-barang. Saya sering bertengkar dengan anggota keluarga lainnya mengenai ”kelainan jiwa” saya ini, begitu sering mereka menyebut. Apabila masuk kamar saya, ada banyak aturan, mulai dari cuci kaki dan tangan, cuci mulut, mengganti celana dengan yang bersih.

Bisakah kondisi psikologis ini disembuhkan, atau paling tidak dikendalikan? Apakah pikiran, visualisasi tentang mantan pacar saya berhubungan dengan sifat perfeksionis? Bagaimana cara mengatasinya? Saya tidak mau pacar saya yang sekarang tidak tahan dan lari menjauh seperti sebelumnya
.

Analisis

Masalah N memang dimulai dari adanya ciri-ciri kepribadian yang terlalu kaku dan ingin segalanya sempurna. Setiap orang punya gaya bertingkah laku tertentu dalam berhubungan dengan orang lain, misalnya ada yang teratur, ada yang pembangkang, ada yang patuh. Namun, bila pola tingkah lakunya menjadi sangat kaku, tidak fleksibel, hingga menimbulkan stres pribadi sampai mengganggu hubungan sosial dan pekerjaaannya, menurut Nevid, Rathus, dan Greene (2005), dia mengalami suatu gangguan kepribadian.

N condong masuk ke dalam golongan gangguan kepribadian obsesif kompulsif, karena sejak remaja sudah menunjukkan ciri di antaranya terlalu terpaku pada aturan, kebersihan dan detail, sangat perfeksionis, tidak fleksibel tentang moral, serta kaku dan keras kepala.

Yang dimaksud dengan obsesi adalah keterpakuan pada pikiran yang terus berulang dan tak dapat dikendalikan (misalnya terus membayangkan perilaku pacar dan mantannya). Adapun kompulsif adalah tingkah laku yang repetitif dan dianggap harus dilakukan. Bila tidak dilakukan, dia akan resah dan terus penasaran (misalnya N akan terus mendesak sang pacar untuk menceritakan masa lalunya). Bila sudah tercapai keinginannya, individu itu bukannya merasa lega atau puas, tetapi terus terbawa emosi negatif lainnya, seperti cemburu, marah, tidak terima.

Jadi sebenarnya, sejak dulu N sudah bermasalah dalam berhubungan dengan orang lain, hanya tidak terlalu dirasakan menyiksa. Berbeda dalam hubungan dengan pacar, yang lebih bersifat intim dan spesial. N pun menuntut adanya ”kesempurnaan” pada diri sang pacar, agar berlaku sesuai dengan standar moral yang N miliki. Berkembang juga ciri posesif, tak mampu menguasai emosi dan ingin mengontrol orang yang dicintai, yang biasanya berakhir dengan putus hubungan karena pacar, karena juga tersiksa dan tidak tahan lagi.


Cara mengatasi


Ada saran instan untuk membantu N, yaitu mencari pasangan yang belum pernah berpacaran sama sekali. Namun, hal ini juga tidak akan menjamin kelanggengan hubungan, bila akar masalah, yaitu gangguan kepribadian N, tidak diatasi.

Sesungguhnya diperlukan bantuan profesional yang tidak singkat waktunya untuk membantu N mengatasi kondisi psikologisnya, tetapi pasti akan lebih meringankan kehidupan selanjutnya. Terapi yang akan dijalani bergantung pada pendekatan teoretis yang digunakan oleh psikolog atau terapisnya.

Pendekatan psikodinamis akan mengajak N memahami akar masa kanak dan memperbaiki cara yang lebih efektif dalam berhubungan dengan orang lain. Pendekatan kognitif behavioral akan mendorong tingkah laku yang lebih adaptif dan keterampilan sosial yang efektif dengan mengubah cara berpikir yang salah dan tak rasional. Penggunaan obat antikecemasan dapat digunakan untuk mengendalikan gejala obsesif kompulsif N, tetapi tidak mengubah pola tingkah laku yang mendasarinya.

Agustine Dwiputri PSIKOLOGa

sumber:kompas.com

Pasangan Tak Romantis Lagi Setelah Anak Pertama Lahir

Kelahiran seorang anak seharusnya mengubah kehidupan keluarga Anda. Kebahagiaanlah yang seharusnya keluarga rasakan. Namun penelitian yang melibatkan 3 ribu orang tua menunjukan bahwa setiap pasangan hanya pergi berduaan sebanyak 15 kali selama lima tahun pertama ketika telah memiliki anak.

Tujuh dari sepuluh pasangan berharap masih bisa memiliki waktu romantis di malam hari. Sementara 57 persen pasangan mengatakan mereka bahkan tidak memiliki hubungan romantis lagi sejak kelahiran anak pertama.
img
Para responden penelitian yang dilakukan ReadyBed itu juga merasa bersalah bila meminta orang lain untuk menjaga anaknya. Banyak pasangan yang merindukan waktu bersama dengan pasangannya seperti saat sebelum memiliki anak.

"Memang sebuah kenyataan yang berat, bahwa ketika setiap pasangan ingin menikmati waktu bersama, tiba-tiba harus mengurusi anak mereka", ujar Lucy Wynn Jones juru bicara Ready Bed seperti yang dikutip dari Daily Mail.

"Sebenarnya setiap pasangan yang telah memiliki anak merasa hidupnya terbebani bila tetap menjalani kehidupan romantis dengan pasangannya. Mereka memikirkan bagaimana harus mengasuh anak dan merasa bersalah bila jauh dari anaknya. Tetapi sangat penting untuk terus berhubungan romantis setelah menjadi keluarga kecil" tambah Wynn Jones


sumber:http://www.wolipop.com/read/2011/03/13/112212/1590533/854/pasangan-tak-romantis-lagi-setelah-anak-pertama-lahir

Ini Dia 4 Kesalahan di Tahun Pertama Kisah Asmara

[Image: cwedzgyXPC.jpg]


TAHUN pertama kisah percintaan merupakan saat-saat yang paling romantis. Di tahun tersebut merupakan momen-momen awal pasangan mengenal pribadi dan perilaku pasangan lebih dalam. Namun, tak selamanya tahun pertama selalu menggairahkan. Tahun pertama bisa menjadi mimpi buruk lho. Kok bisa?

Salah satu penyebabnya ialah kesalahan yang tidak pernah diperbaiki. Ingin tahu kesalahan apa saja yang paling sering dibuat pasangan di tahun pertama kisah asmara?

Berikut bocoran yang dipaparkan Askmen:


Terlalu sering ucapkan "I Love You"

Kalimat sederhana, "I Love You" memang memiliki makna luar biasa. Setiap kaum hawa selalu mendambakan kalimat tersebut terucap dari bibir pasangannya. Pasalnya, kalimat ini dipercaya sebagai penegasan ketertarikan Anda pada si dia.

Sementara jika terlalu banyak diucapkan, kalimat "I Love You" tak lagi terasa romantis. Justru kebalikannya, akan terdengar biasa saja di telinga si dia. Karenanya, ucapkan kalimat ini dengan mesra untuk kesempatan yang sangat langka atau pada momen-momen tertentu saja.

Terlalu dini bertemu dengan teman-teman & keluarganya

Ketika Anda bertemu dengan teman-teman atau keluarganya, setiap gerak-gerik dan kata-kata yang keluar dari mulut Anda akan selalu diawasi. Ini merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan pasangan di tahun awal kisah asmara. Karena seharusnya Anda lebih dulu mengenal dengan dekat kekasih sebelum sahabat dan keluarganya.

Membangun hubungan yang nyaman dengan pasangan merupakan hal pertama yang patut Anda lakukan. Sebab ini akan membuat Anda lebih nyaman saat bertemu sahabat dan keluarganya. Tapi jangan biarkan sahabat dan keluarganya memengaruhi hubungan Anda berdua.


Tidak berterus terang tentang masa lalu Anda


Apapun yang Anda sembunyikan dengan rapi, cepat atau lambat akan terbongkar juga. Kesalahan yang pernah Anda lakukan akan menjadi permasalahan yang besar ketika pasangan melabeli Anda sebagai penipu atas kejadian masa lalu yang Anda tutup-tutupi.

Untuk itu, jika Anda menyandang predikat mantan pecandu obat-obatan terlarang atau hingga kini masih memakainya, termasuk status pernah menikah, harus diketahui olehnya. Meski begitu, ini tidak perlu diungkapkan secara rinci, yang penting Anda tidak berniat untuk membohonginya.


Anda terlalu mudah memaafkan semua kesalahannya


Untuk menjaga kehangatan bersama pasangan di tahun pertama, tentu harus ditunjukkan dengan sikap yang baik. Tidak baik dengan mudah memaafkan pasangan begitu saja atas sikap buruknya yang tidak pernah diubah.

Karena itu, Anda tidak boleh menolerir sikap dan kelakuan pasangan yang menjengkelkan, seperti berteriak pada Anda atau mengolok-olok Anda di depan umum. Jika terlalu mudah memaafkannya, maka akan membuat dia semakin mudah mengulangi kesalahannya.




Referensi : okezone.com

Kamis, 17 Maret 2011

10 Godaan Terberat dalam Hubungan Cinta

İmage

MERANGKAI kisah cinta yang sempurna memang dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Tak jarang cobaan kerap datang dan mengikis benih-benih cinta yang bersemayam dalam hati.
Jika Anda dan pasangan berpikir bijak tentu saja hal ini bisa terlewati. Menilik berbagai godaan yang paling sering mengancam indahnya kisah cinta, inilah 10 godaan terberat yang sering dialami para pasangan:

Mantan kekasih kembali datang
Setelah kisah cinta berakhir, Anda sudah sekuat tenaga melupakannya, dan kini hubungan dengan kekasih hati sedang manis-manisnya. Namun tak diduga, mantan kekasih datang kembali dan menawarkan cintanya kembali pada anda. Saran terbaik untuk godaan kali ini adalah cobalah berpikir jernih dan ingat kembali penyebab kandasnya hubungan anda dengan si dia. Jangan sampai hubungan anda dikorbankan hanya karena kenyataan semu semata.

Ditaksir Bos super tampan
Diantara banyak rekan kerja perempuan yang terpesona padanya, si bos super tampan justru memberikan perhatian ekstra pada anda. Tentu saja hal ini akan membuat perasaan anda melambung, terlebih ketika anda selalu menghabiskan waktu dengan atasan. Untuk itu, ada baiknya sebelum timbul keingian untuk berselingkuh, ingatlah kembali kelebihan kekasih yang tak dimiliki si bos super tampan, pastinya hal ini akan mengurungkan niat anda untuk berselingkuh.

Dijodohkan orang tua
Meski zaman sudah modern, namun pada beberapa kalangan masyarakat ajang perjodohan masih saja berlaku. Banyak orangtua yang begitu kawatir melihat buah hatinya masih sendiri di usia seperempat baya atau tidak bersanding dengan pasangan yang dianggap ideal. Dalam permasalahan kali ini, tak perlu panik, berpikirlah dengan kepala dingin karena itu merupakan solusi yang terbaik.

Rekan kerja yang menggoda
Cinta lokasi, juga menjadi salah satu penyebab kandasnya kisah cinta yang telah anda rangkai. Tentu hal ini tak lain karena hadirnya rekan kerja yang begitu menggoda. Jika tak ingin terjadi cinta lokasi, bersikaplah profesional. Ingatlah bahwa hubungan anda dengannya tak lebih dari kepentingan bisnis semata.

Lamaran mantan kekasih
Tak terasa usia sudah cukup matang, dan Anda pribadi sudah ingin mengakhiri masa lajang. Namun kekasih hati masih belum siap membina bahtera rumah tangga. Dalam situasi seperti ini, tiba-tiba mantan kekasih datang dan membawa cincin pertunangan, tentu saja permasalahan kali ini bisa membuat hati anda bimbang dalam memilih. Tetapi jangan dulu tergoda menerima pinangannya. Karena sejatinya pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang harus anda jalani dengan pendamping hidup yang tepat.

Terpikat sahabat kekasih
Sahabat kekasih memang orang yang paling tepat dicurhati bila hubungan anda sedang bermasalah. Namun jangan jadikan kedekatan kalian berdua menjadi alasan ini untuk membina hubungan yang lebih dari sekedar teman. Untuk menghindari timbulnya benih-benih cinta, akan lebih baik, jika anda membutuhkan tempat curhat, carilah sahabat perempuan saja.

Naksir teman chatting
Flirting di dunia maya tidak akan berisiko menghacurkan hubungan. Justru sebaliknya, flirtingonline dan pilihlah topik-topik pembicaraan yang hanya bisa anda bahas dengan teman chatting. Perbanyak curhat kekasih agar tak perlu mencari pelarian ke tempat lain. lewat chatting justru lebih berbahaya karena bisa dilakukan kapan saja dan amat mudah untuk menghapus rekam jejaknya. Makanya jika tak mau bermain api, batasi waktu

Mutasi ke luar kota
Hubungan jarak dekat memang bukan jaminan keberhasilan cinta, tetapi yang namanya jarak jauh, selain bisa memisahkan anda dan kekasih secara fisik juga bisa merenggangkan kedekatan hati. Jika anda dan kekasih berniat untuk melanjutkan hubungan ini maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai deraan yang menghadang di tengah jalan. Seperti rasa kesepian dan kesempatan untuk selingkuh, hanya komunikasi intens yang merupakan jalan keluarnya.

Pekerjaan menumpuk
Kesibukan merupakan jalan semu yang juga bisa menjauhkan hubungan anda dengan kekasih. Meski anda berdua berkantor di lokasi yang sama, namun bila sama-sama tak memiliki waktu untuk berduaan, bisa dikatakan kalian berdua sedang menjalani long distance. Tanpa disadari kedua belah pihak, penyebab inilah yang sering menjadi racun cinta pasangan eksekutif yang berdomisili di kota-kota besar, karena frekuensi kerja yang tak kenal waktu juga bisa membuka peluang cinta lokasi.
sumber

Rabu, 16 Maret 2011

Mengapa Pria Suka Wanita Yang Lebih Muda?

Umur pria yang lebih tua dari pasangannya memang bukan hal yang aneh. Namun tahukah Anda apa alasan para kaum adam saat memilih pasangan yang lebih muda?

Kedewasaan
Biasanya perempuan lebih cepat melampaui level kedewasaan ketimbang pria. Sehingga pria menganggap wanita lebih mudalah yang memiliki level kedewasaan yang sama dengannya. Sehingga saat berhubungan, dia merasakan kesinambungan dalam segala hal.

Tampilan Lebih Segar
Tak bisa dipungkiri, pria seringkali mengedepankan fisik saat memilih calon pasangan. Banyak pria menganggap wanita lebih muda lebih menarik dan segar ketimbang wanita yang lebih tua dari usianya.
Kurang Pengalaman
Pria dengan egonya tentu cenderung menginginkan perempuan yang 'pengalamannya' lebih sedikit daripada dirinya sendiri. Kenyataan bahwa ia bisa menjadi 'yang pertama' bagi perempuan tersebut merupakan hal yang menyenangkan bagi pria. Sebaliknya, para pria sering merasa terintimidasi saat perempuan pilihannya memiliki masa lalu yang lebih 'berwarna' dari dirinya.

Ingin Dianggap Pelindung
Wanita lebih muda cenderung lebih 'bergantung' pada pasangannya. Perasaan dibutuhkan membuat pria merasa dominan dan nyaman. Ia sangat senang ketika wanita yang ia cintai menganggapnya pahlawan. Sedangkan biasanya, wanita lebih tua adalah sosok yang lebih mandiri dan cenderung kuat, karena memiliki banyak pengalaman hidup ketimbang pria. Terkadang hal itu membuat kepercayaan diri pria luntur

Senin, 14 Maret 2011

Fakta Biologis Rasa Sakit Putus Cinta

 
 
Siapapun yang pernah mengalami putus cinta, pasti merasakan sakit hati. Meskipun perasaan sakit ini merupakan penggambaran perasaan, sebenarnya hal itu bisa dijelaskan secara ilmiah karena terkait dengan kondisi otak.

Hal ini diungkapkan dalam buku "New Science of Adult Attachment and How It Can Help You Find — and Keep — Love" yang ditulis oleh Amir Levine seorang psikiater dan Rachel Heller seorang psikolog sosial.

Seperti dilansir dari Marieclaire.com, dalam buku tersebut dijelaskan kalau ikatan dalam otak tidak mengerti hal yang bersifat jangka pendek. Ikatan adalah kekuatan yang sangat kuat, bukan hanya mental dan emosional tetapi juga secara fisik. 

Saat terikat dengan seseorang, Anda sebenarnya tidak terkontrol dan tidak menyadarinya. Oleh karena itu, tidak mudah memutuskan ikatan hubungan ketika pasangan tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda. 

"Banyak orang yang tetap bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dalam hubungan yang tidak bahagia. Dan memakan waktu yang sangat lama untuk melupakan hal buruk dalam hubungan," tulis Amir Levine dan Rachel Heller dalam buku tersebut. 

Otak memiliki semacam kabel yang menghubungkan kita dengan pasangan. Fungsinya seperti semacam sirkuit berlapis yang terlibat dalam proses ikatan emosi.
"Ketika kita secara fisik dekat dengan pasangan, sistem penghargaan di otak akan menjadi aktif. Beberapa bagian diantaranya akan mengeluarkan neurotransmitter yang  membuat Anda semakin merasa dekat dengan orang yang dicintai lalu menciptakan pengalaman yang sangat berharga," tulis Levine dan Heller 

Ketika hubungan putus, ikatan di otak ini pun mengalami masalah. Pengalaman yang memuaskan hilang dan digantikan oleh rasa kehilangan yang sangat menyakitkan. 

"Rasanya seperti menarik beberapa obat sekaligus saat tubuh merasa sakit. Dan satu hal yang dapat mengobati semua rasa sakit itu adalah bersama lagi dengan mantan kekasih," tulis Levine dan Heller.

Inilah sebabnya mengapa banyak pasangan mengalami putus sambung. Kemungkinan mereka merasa kecanduan pada seseorang yang sebenarnya tidak cukup baik untuk dirinya.
Faktanya, hal inilah yang membuat seseorang kembali pada mantan kekasih hanya untuk mengurangi kecemasan dan ketidaknyamanan sesaat. Sayangnya, bagian otak ini tidak begitu baik dalam membuat keputusan yang rasional dan menilai konsekuensi jangka panjang. (sj)
• VIVAnews 

Sabtu, 12 Maret 2011

11 Alasan Penyebab Cewek Sulit Menemukan Pria Idaman


İmage


1. Pria baik-baik biasanya bermuka jelek
2. Pria tampan biasanya bukan orang baik-baik
3. Pria tampan dan baik biasanya gay
4. Pria tampan, baik dan normal (bukan gay) kebanyakan sudah menikah
5. Pria yang tidak terlalu tampan tapi baik, biasanya nggak punya uang
6. Pria yang tidak terlalu tampan tapi baik dan mempunyai banyak uang selalu berpikiran bahwa para wanita hanya mau mengincar uangnya
7. Pria tampan yang nggak punya uang biasanya mengincar uang wanita
8. Pria tampan yang normal (bukan gay) tapi tidak begitu baik, biasanya menganggap para wanita kurang begitu cantik baginya.
9. Pria normal (bukan gay), baik dan punya uang yang menganggap bahwa wanita tersebut cantik, biasanya pemalu.
10. Pria tampan, baik, punya uang dan normal, kebanyakan pemalu dan tidak pernah memulai percakapan.
11. pria yang tidak pernah memulai percakapan, biasanya akan hilang ketertarikannya pada wanita bila wanita tersebut yang memulai percakapan.


"Pria itu seperti wine yang dibuat dari anggur, dan tugas wanita untuk menginjak-injak dan memerasnya, kemudian menyimpannya di gudang yang gelap sampai mereka cukup dewasa/matang untuk menjadi teman makan malam."

7 Alasan Mengapa Wanita Benci Pasanganya Nonton Film Porno


İmage
pertama 
Sebagian wanita menganggap ini sama saja seperti perselingkuhan bila suami mereka menyaksikan film porno.
kedua 
Alasan lain yang membuat wanita benci menyaksikan film porno adalah karena mereka cemburu. Kaum wanita cenderung merasa cemburu karena mereka berpikir tidak akan pernah bisa memiliki tubuh “sempurna” seperti tubuh bintang porno. Dan mereka merasa terus-menerus dibandingkan dengan kesempurnaan tersebut.
ketiga 
Sebagian wanita percaya bahwa mereka tidak bisa memuaskan pasangan di ranjang seperti bintang porno atau memainkan “permainan” hebat bak bintang porno sungguhan.
      keempat 
Beberapa wanita tiba-tiba merasa ngeri atau kaget ketika menemukan film porno tersimpan rapi di komputer pasangannya.
kelima 
Sebagian wanita juga berpikir bahwa dengan gemar menyaksikan film porno, ini sama artinya para pria tidak menghargai atau menghormati kehadiran mereka sebagai istri.
keenam 
Beberapa wanita berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan mereka, dan itulah sebabnya mengapa pasangan mereka hobi menonton film porno
ketujuh 
Alasan lain adalah, sebagian wanita mengetahui pasangan mereka suka sekali menonton film porno sebelum mereka menikah, tetapi mereka tetap saja menikah dan kemudian hingga kini mereka bertanya-tanya-kenapa pasangan mereka masih senang menonton film porno?